Email : info@unitest.co.id

Hubungi : +62811 256 855

Kategori
News Article Uncategorized

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Unitest Presisi Indonesia 2026: Langkah Strategis Menuju Perusahaan yang Bertumbuh dan Berkelanjutan

Denpasar, 29 Juli 2026 – PT Unitest Presisi Indonesia telah menyelesaikan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 29 Juli 2026 di Denpasar, Bali. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam memperkuat sinergi, mengevaluasi kinerja, serta menetapkan langkah-langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

RUPST dihadiri oleh para Pemegang Saham, Dewan Komisaris, jajaran Manajemen PT Unitest Presisi Indonesia, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Seluruh rangkaian rapat berlangsung dengan lancar dan produktif melalui pembahasan berbagai agenda strategis yang menjadi landasan pengembangan perusahaan ke depan.

Melalui forum ini, berbagai keputusan penting telah disepakati sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) serta meningkatkan daya saing perusahaan. Keputusan yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi pijakan strategis dalam menghadirkan layanan yang semakin berkualitas, memperkuat keberlanjutan bisnis, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

PT Unitest Presisi Indonesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Pemegang Saham, Dewan Komisaris, jajaran Manajemen PT Unitest Presisi Indonesia, serta seluruh pihak yang telah memberikan arahan, dukungan, dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan RUPST Tahun 2026.

Semoga setiap keputusan yang telah dihasilkan menjadi langkah strategis menuju PT Unitest Presisi Indonesia yang semakin bertumbuh, memberikan dampak positif, berkelanjutan, serta menghadirkan nilai bagi pelanggan, mitra, dan seluruh stakeholder.

Kategori
CIT Full Time Jobs

Operational CIT (Consultant, Inspection, training & Certification)

Persyaratan

  1. Minimal Lulusan S1 Jurusan Teknik
  2. Memiliki pengalaman mendalam tentang penyusunan dokumen lingkungan seperti AMDAL, UKL-UPL, DELH, DPLH, Pertek dan Andalin
  3. Memiliki kemampuan komunikasi yang unggul baik lisan maupun tertulis dan mampu mengelola pekerjaan dengan baik
  4. Memiliki sertifikat AMDAL A/B diutamakan
  5. Memiliki Surat Izin Mengemudi Tipe A diutamakan
  6. Memahami system manajemen sesuai standar ISO (International Organization for Standardization)
  7. Menguasai Ms. Office (terutama Ms. Excel dan Ms. Word)
  8. Fresh graduate dipersilahkan melamar
  9. Berdomisili di daerah Balikpapan lebih diutamakan

OPERATIONAL CIT BALIKPAPAN

Subject                       : UM-CIT-Nama

Email                          : recruitment@unitest.co.id

Penempatan             : PT Unitest Presisi Indonesia, Yogyakarta

Batas pendaftaran    : 7 Agustus 2026

Kategori
News Article Uncategorized

5 Aksi Nyata Konservasi Alam yang Dilakukan PT Unitest Presisi Indonesia untuk Menjaga Lingkungan Berkelanjutan

Setiap tanggal 28 Juli, dunia memperingati Hari Konservasi Alam Sedunia (World Nature Conservation Day) sebagai pengingat bahwa kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hingga berkurangnya keanekaragaman hayati, konservasi alam bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.

Namun, konservasi tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Berbagai aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Inilah yang menjadi komitmen PT Unitest Presisi Indonesia. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengujian lingkungan, Unitest meyakini bahwa menjaga alam tidak hanya dilakukan melalui layanan profesional, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai program keberlanjutan yang melibatkan karyawan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Mengapa Konservasi Alam Penting?

Konservasi alam merupakan upaya untuk melindungi, mengelola, dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana agar tetap lestari bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Manfaat konservasi tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga oleh kehidupan manusia, antara lain:

  • Menjaga kualitas udara dan air.
  • Melindungi habitat satwa dan tumbuhan.
  • Mengurangi risiko bencana akibat kerusakan lingkungan.
  • Mendukung pembangunan berkelanjutan.
  • Menjaga keseimbangan ekosistem.

Konservasi juga menjadi bagian penting dalam penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini semakin menjadi perhatian berbagai perusahaan di dunia.

Konservasi Tidak Hanya Menanam Pohon

Banyak orang menganggap bahwa konservasi hanya identik dengan kegiatan penghijauan atau penanaman pohon. Padahal, ruang lingkup konservasi jauh lebih luas.

Konservasi dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti:

  • Melindungi satwa liar.
  • Melestarikan ekosistem pesisir.
  • Mengelola limbah secara bertanggung jawab.
  • Melakukan edukasi lingkungan kepada masyarakat.
  • Memastikan kualitas lingkungan melalui pengujian dan pemantauan.

Karena itu, setiap bentuk kontribusi yang membantu menjaga kualitas lingkungan merupakan bagian dari upaya konservasi.

5 Aksi Nyata PT Unitest Presisi Indonesia dalam Mendukung Konservasi Alam

Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan, PT Unitest Presisi Indonesia telah melaksanakan berbagai program yang memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Pelepasan Tukik sebagai Upaya Menjaga Kelestarian Penyu

Salah satu kegiatan konservasi yang dilakukan PT Unitest Presisi Indonesia adalah pelepasan tukik di Pantai Baru.

Tukik merupakan anak penyu yang memiliki tingkat kelangsungan hidup sangat rendah di alam. Dengan mendukung pelepasan tukik ke habitat aslinya, perusahaan turut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan populasi penyu yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bahwa pelestarian satwa laut membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Menanam Mangrove untuk Melindungi Ekosistem Pesisir

Mangrove memiliki fungsi yang sangat penting bagi lingkungan pesisir.

Melalui kegiatan penanaman mangrove di Pesisir Pantai Baros, PT Unitest Presisi Indonesia turut membantu:

  1. Mengurangi abrasi pantai.
  2. Menyerap karbon dari atmosfer.
  3. Menjadi habitat berbagai biota laut.
  4. Menjaga kualitas lingkungan pesisir.

Selain memberikan manfaat ekologis, penanaman mangrove juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan wilayah pesisir.

Edukasi Kualitas Air di Sabana Pantai Baros

Konservasi tidak hanya dilakukan melalui aksi fisik, tetapi juga melalui peningkatan kesadaran masyarakat.

PT Unitest Presisi Indonesia melaksanakan edukasi mengenai kualitas air di kawasan Sabana Pantai Baros sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga sumber daya air.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami:

  1. Pentingnya kualitas air bagi kehidupan.
  2. Faktor yang memengaruhi kondisi air.
  3. Dampak pencemaran terhadap lingkungan.
  4. Peran masyarakat dalam menjaga kebersihan air.

Edukasi menjadi langkah penting karena perubahan perilaku masyarakat merupakan fondasi utama keberhasilan konservasi lingkungan.

Pengujian Lingkungan sebagai Bentuk Konservasi Berbasis Data

Sebagai laboratorium lingkungan, kontribusi utama PT Unitest Presisi Indonesia juga diwujudkan melalui layanan pengujian lingkungan.

Setiap hasil pengujian membantu berbagai sektor dalam memperoleh data yang akurat mengenai kondisi lingkungan sehingga keputusan yang diambil dapat lebih tepat dan bertanggung jawab.

Ruang lingkup pengujian meliputi berbagai parameter lingkungan, seperti:

  1. Kualitas air.
  2. Kualitas udara.
  3. Emisi.
  4. Air limbah.
  5. Tanah.
  6. Kebisingan.
  7. Parameter lingkungan lainnya sesuai kebutuhan.

Melalui pengujian yang andal, perusahaan, industri, maupun instansi dapat melakukan pengelolaan lingkungan berdasarkan data ilmiah. Dengan demikian, potensi pencemaran dapat diidentifikasi lebih dini dan langkah pengendalian dapat dilakukan secara efektif.

Bagi PT Unitest Presisi Indonesia, pengujian lingkungan bukan sekadar layanan laboratorium, tetapi juga merupakan kontribusi nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup.

Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos

Komitmen terhadap lingkungan juga diterapkan dari aktivitas operasional perusahaan.

Salah satunya melalui pengelolaan sampah organik berupa daun kering yang kemudian diolah menjadi pupuk kompos bekerja sama dengan mitra pengelola limbah.

Langkah ini memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  1. Mengurangi volume sampah yang dibuang.
  2. Mendukung prinsip ekonomi sirkular.
  3. Memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat.
  4. Mengurangi potensi emisi dari timbunan sampah.

Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah yang bertanggung jawab merupakan bagian penting dari praktik keberlanjutan perusahaan.

Konservasi Alam adalah Perjalanan yang Dilakukan Bersama

Menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya.

Karena itu, PT Unitest Presisi Indonesia terus berupaya menghadirkan berbagai inisiatif yang tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat luas.

Setiap kegiatan konservasi, edukasi, pengujian lingkungan, maupun pengelolaan limbah merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Melalui langkah-langkah tersebut, Unitest percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari aksi nyata yang dilakukan secara konsisten.

Mari Wujudkan Konservasi Melalui Aksi Nyata

Peringatan Hari Konservasi Alam Sedunia menjadi momentum untuk mengingat bahwa bumi yang kita nikmati hari ini adalah warisan yang harus dijaga bersama.

Konservasi bukan hanya tentang menanam pohon atau menjaga satwa, tetapi juga tentang bagaimana setiap individu, komunitas, dan perusahaan mengambil tanggung jawab terhadap lingkungan melalui tindakan yang berkelanjutan.

PT Unitest Presisi Indonesia akan terus berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata melalui layanan pengujian lingkungan, edukasi, kegiatan konservasi, serta penerapan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Karena setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan memberikan dampak besar bagi masa depan bumi.

Ingin menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan?

PT Unitest Presisi Indonesia siap mendukung kebutuhan pengujian lingkungan Anda dengan layanan laboratorium yang profesional, akurat, dan terpercaya. Bersama, mari wujudkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik melalui keputusan berbasis data sekaligus berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan.

Kategori
News Article Uncategorized

Sampling Kualitas Air: Langkah Penting dalam Pemantauan Kualitas Air untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan

Air merupakan sumber daya alam yang menopang kehidupan manusia, satwa, tumbuhan, hingga berbagai aktivitas industri. Seiring dengan itu, meningkatnya aktivitas domestik, pertanian, maupun industri dapat memengaruhi kualitas air apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, sampling kualitas air menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mengetahui kondisi suatu badan air secara akurat.

Melalui pemantauan kualitas air yang dilakukan secara berkala, berbagai perubahan kondisi lingkungan dapat terdeteksi sejak dini sehingga langkah pengelolaan maupun pencegahan pencemaran dapat dilakukan dengan tepat. Inilah mengapa kegiatan pengambilan sampel dan pengujian kualitas air memiliki peran besar dalam mendukung pelestarian lingkungan.

Mengapa Kualitas Air Perlu Dipantau?

Pemantauan kualitas air bukan sekadar memenuhi persyaratan regulasi. Tak hanya itu, data kualitas air juga menjadi dasar dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta melindungi kesehatan masyarakat.

Beberapa alasan penting mengapa kualitas air perlu dipantau antara lain:

  • Menjaga Kelestarian Ekosistem

Sungai, danau, muara, hingga kawasan mangrove merupakan habitat bagi berbagai organisme. Penurunan kualitas air dapat menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati, terganggunya rantai makanan, hingga kematian organisme air.

Dengan demikian, perubahan kondisi lingkungan dapat diketahui lebih cepat sehingga tindakan perbaikan dapat segera dilakukan.

  • Melindungi Kesehatan Manusia

Air yang tercemar dapat mengandung mikroorganisme patogen, logam berat, maupun senyawa kimia berbahaya. Apabila digunakan sebagai sumber air bersih tanpa pengolahan yang tepat, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Oleh karena itu, pemantauan kualitas air membantu memastikan bahwa air memenuhi standar keamanan sesuai peruntukannya.

  • Mendukung Aktivitas Ekonomi

Berbagai sektor seperti industri, pertanian, perikanan, hingga pariwisata sangat bergantung pada kualitas air. Air yang tercemar dapat menurunkan produktivitas bahkan menimbulkan kerugian ekonomi.

Karena itu, monitoring kualitas air menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan kegiatan usaha.

  • Memenuhi Regulasi Lingkungan

Di Indonesia, kegiatan pemantauan kualitas air menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan yang mengacu pada berbagai peraturan pemerintah mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Data hasil pengujian laboratorium menjadi dasar dalam mengevaluasi kepatuhan terhadap baku mutu lingkungan.

Apa Itu Sampling Kualitas Air?

Sampling kualitas air adalah proses pengambilan contoh uji air dari suatu lokasi tertentu menggunakan metode yang telah distandarkan agar sampel yang diperoleh benar-benar mewakili kondisi badan air saat dilakukan pengambilan.

Selain itu, tahapan ini sangat menentukan kualitas hasil analisis laboratorium. Sampel yang tidak diambil dengan prosedur yang benar dapat menghasilkan data yang kurang representatif sehingga berpotensi memengaruhi pengambilan keputusan.

Oleh karena itu, kegiatan sampling harus dilakukan oleh personel yang kompeten dengan menggunakan metode, peralatan, serta prosedur yang sesuai standar.

Faktor Penting dalam Pengambilan Sampel Air

Agar hasil pengujian akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan selama proses sampling.

  • Lokasi Sampling

Pemilihan titik sampling harus disesuaikan dengan tujuan pemantauan. Misalnya pada daerah hulu, tengah, hilir sungai, kawasan muara, atau lokasi yang diduga menerima beban pencemaran.

Lokasi yang tepat akan menghasilkan data yang lebih representatif terhadap kondisi lingkungan sebenarnya.

  • Kedalaman Sampling

Karakteristik kualitas air dapat berbeda pada setiap kedalaman. Oleh karena itu, kedalaman pengambilan sampel harus mengikuti metode yang berlaku agar hasil pengujian mencerminkan kondisi badan air secara akurat.

  • Waktu Sampling

Kondisi kualitas air dapat berubah akibat musim, curah hujan, pasang surut, maupun aktivitas manusia. Penentuan waktu pengambilan sampel menjadi faktor penting agar data yang diperoleh sesuai dengan tujuan pemantauan.

  • Peralatan Sampling

Penggunaan alat yang bersih, sesuai jenis parameter yang diuji, serta telah dipersiapkan dengan benar akan mengurangi risiko kontaminasi silang. Selain itu, proses penyimpanan dan pengiriman sampel menuju laboratorium juga harus memperhatikan suhu, waktu, serta jenis wadah yang digunakan.

Parameter Kualitas Air yang Umum Dianalisis

Dalam kegiatan pengujian kualitas air, laboratorium akan menganalisis berbagai parameter sesuai tujuan pemantauan.

Beberapa parameter yang umum diuji meliputi:

Parameter fisika

  • Suhu
  • Warna
  • Bau
  • Kekeruhan (Turbidity)
  • Total Suspended Solids (TSS)
  • Total Dissolved Solids (TDS)

Parameter kimia

  • pH
  • Dissolved Oxygen (DO)
  • Biological Oxygen Demand (BOD)
  • Chemical Oxygen Demand (COD)
  • Nitrat
  • Nitrit
  • Amonia
  • Fosfat
  • Logam berat seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), kadmium (Cd), dan kromium (Cr)

Parameter mikrobiologi

  • Total Coliform
  • Escherichia coli (E. coli)

Hasil pengujian dari berbagai parameter tersebut akan dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku sesuai peruntukan badan air.

Pemantauan Kualitas Air untuk Hari Sungai Nasional 2026

Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, PT Unitest Presisi Indonesia bersama FMIPA Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pengambilan dan Pengujian Contoh Uji Air di Kawasan Konservasi Mangrove Baros, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara dunia industri dan akademisi dalam mendukung pendidikan, penelitian, serta pelestarian lingkungan melalui pemantauan kualitas air.

Pada kegiatan tersebut, tim PT Unitest Presisi Indonesia mendemonstrasikan proses pengambilan contoh uji air permukaan di kawasan muara sesuai prosedur dan standar yang berlaku. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai teknik sampling, pengukuran parameter lapangan, penanganan sampel, hingga pentingnya penerapan quality control dalam kegiatan pemantauan kualitas lingkungan.

Sampel yang diperoleh kemudian akan dianalisis di laboratorium PT Unitest Presisi Indonesia untuk menghasilkan data kualitas air yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai referensi pembelajaran, penelitian, penyusunan karya ilmiah, hingga publikasi akademik.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mempelajari aspek teknis pengujian kualitas air, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kualitas sungai sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kelestarian ekosistem muara dan hutan mangrove.

Kesimpulan

Sampling kualitas air merupakan tahapan awal yang sangat menentukan keberhasilan proses pengujian kualitas air. Pengambilan sampel yang dilakukan sesuai prosedur akan menghasilkan data yang representatif sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan lingkungan, perlindungan kesehatan masyarakat, serta pemenuhan regulasi.

Di sisi lain, pemantauan kualitas air secara berkala menjadi investasi penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air bagi generasi sekarang maupun mendatang. Melalui kolaborasi antara dunia industri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat, upaya menjaga kualitas lingkungan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

PT Unitest Presisi Indonesia berkomitmen mendukung pengelolaan lingkungan melalui layanan sampling kualitas air, pengujian kualitas air, serta pengujian lingkungan lainnya yang dilakukan sesuai standar dan didukung oleh tenaga ahli yang kompeten.

Apabila Anda membutuhkan informasi mengenai layanan pengambilan contoh uji, pengujian laboratorium lingkungan, atau konsultasi terkait pemantauan kualitas lingkungan, hubungi tim PT Unitest Presisi Indonesia untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Referensi

1. APHA, AWWA, WEF. (2023). Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater (24th Edition).

2. SNI 6989 (berbagai seri) tentang metode pengambilan contoh dan pengujian kualitas air.

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

4. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Pedoman Pemantauan Kualitas Air.

5. United States Environmental Protection Agency (US EPA). Water Quality Standards Handbook.

6. World Health Organization (WHO). Guidelines for Drinking-water Quality (4th Edition, incorporating the latest addenda).

Kategori
News Article

PT Unitest Presisi Indonesia Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Program CSR Penanaman Mangrove di Hari Mangrove Sedunia

Menjaga Lingkungan Hari Ini untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Keberlanjutan bukan lagi sekadar konsep, melainkan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. PT Unitest Presisi Indonesia berkomitmen pada prinsip keberlanjutan. Perusahaan terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk pelestarian lingkungan dan memperkuat kolaborasi.

Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT Unitest Presisi Indonesia menginisiasi program Secure The Future: Growing Mangroves, Growing Our Future. Program CSR ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan terhadap pelestarian ekosistem pesisir. Kegiatannya meliputi edukasi konservasi dan penanaman mangrove.

Program ini berkolaborasi dengan Program Studi Kimia FMIPA UII dan Pengelola Kawasan Konservasi Mangrove Baros. Kolaborasi ini menghadirkan penanaman mangrove sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Hal tersebut mendukung pembangunan yang keberlanjutan.

CSR PT Unitest Presisi Indonesia: Menciptakan Dampak yang Berkelanjutan

Bagi PT Unitest Presisi Indonesia, program CSR bukan hanya tentang memberikan kontribusi sesaat. Program ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang. Karena itu, setiap kegiatan dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan, masyarakat, maupun dunia pendidikan.

Melalui program Secure The Future, perusahaan mengintegrasikan aksi lingkungan dengan pembelajaran berbasis praktik (experiential learning). Pendekatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk memahami tantangan konservasi. Peserta juga melihat bagaimana kolaborasi antara industri dan akademisi dapat menghasilkan solusi yang berkelanjutan.

Inisiatif ini juga mencerminkan peran aktif PT Unitest Presisi Indonesia dalam mendukung implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Bagi perusahaan, keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui layanan profesional, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap pelestarian sumber daya alam.

Kolaborasi Industri dan Akademisi untuk Mendukung Pelestarian Lingkungan

Keberhasilan pelestarian lingkungan memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, PT Unitest Presisi Indonesia menggandeng Program Studi Kimia FMIPA UII dalam pelaksanaan program ini.

Kolaborasi ini mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi juga memperkuat upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui keterlibatan sivitas akademika, peserta memperoleh pemahaman ilmiah mengenai ekosistem mangrove. Peserta juga mempelajari tantangan konservasi dan pentingnya pengelolaan lingkungan berbasis data.

Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen PT Unitest Presisi Indonesia dalam membangun kerja sama yang mampu menghasilkan manfaat jangka panjang.

Mengapa PT Unitest Presisi Indonesia Memilih Mangrove?

Mangrove merupakan salah satu ekosistem yang memiliki peran sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Keberadaan hutan mangrove mampu melindungi garis pantai dari abrasi, mengurangi dampak gelombang, menjaga kualitas air, hingga menjadi habitat berbagai jenis satwa.

Selain itu, mangrove juga dikenal sebagai salah satu penyerap karbon alami yang efektif sehingga berperan dalam membantu mitigasi perubahan iklim.

Melihat besarnya manfaat tersebut, PT Unitest Presisi Indonesia memilih momentum Hari Mangrove Sedunia sebagai kesempatan untuk berkontribusi secara langsung dalam mendukung rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi mangrove.

Edukasi Konservasi sebagai Langkah Awal Menjaga Lingkungan

Program Secure The Future diawali dengan sesi edukasi konservasi yang disampaikan oleh pengelola Kawasan Konservasi Mangrove Baros. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai peran ekologis mangrove dalam menjaga kawasan pesisir, manfaatnya bagi masyarakat dan keanekaragaman hayati, berbagai tantangan dalam upaya konservasi, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, akademisi, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove.

Melalui sesi edukasi ini, peserta tidak hanya memahami pentingnya penanaman mangrove sebagai bentuk rehabilitasi lingkungan, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai pengelolaan dan pelestarian ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Bekal pengetahuan tersebut menjadi landasan sebelum seluruh peserta melaksanakan aksi penanaman mangrove di kawasan konservasi.

Penanaman 100 Bibit Mangrove sebagai Aksi Nyata

Sebagai implementasi dari materi yang telah dipelajari, seluruh peserta melaksanakan penanaman 100 bibit mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Baros.

Kegiatan ini menjadi simbol komitmen PT Unitest Presisi Indonesia dalam mendukung rehabilitasi kawasan pesisir. Penanaman mangrove diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, mulai dari menjaga stabilitas garis pantai, mendukung keanekaragaman hayati, hingga meningkatkan kualitas ekosistem pesisir.

Lebih dari sekadar menanam pohon, kegiatan ini juga menjadi pengalaman yang memperkuat kepedulian peserta terhadap pentingnya menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.

Secure The Future: Komitmen yang Terus Bertumbuh

Bagi PT Unitest Presisi Indonesia, keberlanjutan adalah komitmen yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Program Secure The Future: Growing Mangroves, Growing Our Future menjadi salah satu langkah perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi.

Melalui edukasi, aksi penanaman mangrove, dan kerja sama dengan dunia akademik, PT Unitest Presisi Indonesia berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sebab, membangun masa depan yang berkelanjutan membutuhkan kontribusi bersama.

Dengan menanam mangrove hari ini, PT Unitest Presisi Indonesia tidak hanya berkontribusi pada rehabilitasi ekosistem pesisir, tetapi juga menanam harapan bagi terciptanya lingkungan yang lebih sehat, tangguh, dan lestari untuk generasi mendatang.

Kategori
News Article

Blue Carbon: Solusi Alami untuk Menekan Emisi Karbon dan Melawan Perubahan Iklim

Ketika membahas perubahan iklim, banyak orang langsung membayangkan hutan hujan tropis sebagai penyerap karbon terbesar di dunia. Padahal, terdapat ekosistem pesisir yang memiliki kemampuan menyimpan karbon jauh lebih besar dalam jangka waktu yang sangat panjang. Ekosistem tersebut dikenal sebagai Blue Carbon atau karbon biru.

Blue Carbon menjadi salah satu solusi berbasis alam (nature-based solutions) yang kini semakin mendapat perhatian dunia karena mampu membantu mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus menjaga keanekaragaman hayati, melindungi garis pantai, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Lalu, apa sebenarnya Blue Carbon? Mengapa Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan potensi Blue Carbon terbesar di dunia? Simak penjelasannya berikut.

Apa Itu Blue Carbon?

Blue Carbon adalah karbon yang diserap dan disimpan oleh ekosistem pesisir dan laut melalui proses fotosintesis. Berbeda dengan karbon yang tersimpan di hutan daratan (green carbon), Blue Carbon berasal dari vegetasi yang hidup di wilayah pesisir.

Tanaman seperti mangrove, lamun, dan rawa pasang surut menyerap karbon dioksida (CO₂) dari atmosfer, kemudian menyimpannya pada batang, akar, daun, hingga sedimen di bawahnya selama ratusan bahkan ribuan tahun.

Keunggulan Blue Carbon terletak pada kemampuannya menyimpan karbon dalam jumlah besar dan dalam waktu yang jauh lebih lama dibandingkan banyak ekosistem daratan.

Mengenal Beberapa Jenis Carbon di Alam

Karbon yang tersimpan di alam sebenarnya dibedakan berdasarkan sumber penyimpanannya. Berikut beberapa jenis yang paling dikenal:

  • Green Carbon

    Karbon yang tersimpan pada ekosistem daratan seperti hutan hujan tropis, hutan pinus, savana, lahan pertanian. Green Carbon berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim melalui pepohonan dan vegetasi darat.

    • Blue Carbon

    Karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir dan laut, terutama pada hutan bakau (mangrove), padang lamun (seagrass), rawa pasang surut (tidal marsh). Blue Carbon memiliki laju penyimpanan karbon yang sangat tinggi karena sebagian besar karbon tersimpan di lapisan sedimen.

    • Brown Carbon

    Merupakan karbon yang berasal dari bahan organik tanah seperti gambut dan tanah kaya humus yang juga berfungsi sebagai penyimpan karbon alami.

    • Black Carbon

    Berbeda dengan jenis sebelumnya, Black Carbon bukan penyimpan karbon, melainkan partikel hasil pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar fosil, kayu, atau biomassa yang dapat memperburuk kualitas udara serta mempercepat pemanasan global.

    Di Mana Blue Carbon Berada?

    Blue Carbon hanya ditemukan pada ekosistem pesisir yang memiliki vegetasi khusus. Tiga ekosistem utama penyimpan karbon biru adalah sebagai berikut.

    • Hutan Bakau (Mangrove)

    Mangrove tumbuh di wilayah pesisir yang dipengaruhi pasang surut air laut. Selain menyerap karbon dalam jumlah besar, mangrove juga mampu melindungi pantai dari abrasi, mengurangi dampak tsunami, menjadi habitat ikan, kepiting, dan udang, dan menjaga kualitas air pesisir.

    Mangrove dikenal sebagai salah satu penyimpan karbon paling efektif di dunia.

    • Padang Lamun (Seagrass)

    Lamun adalah tumbuhan berbunga yang hidup sepenuhnya di dasar laut dangkal.

    Walaupun ukurannya relatif kecil, padang lamun mampu: menyerap karbon secara terus-menerus, menjadi habitat penyu dan dugong, menjernihkan perairan, menstabilkan dasar laut.

    Padang lamun diperkirakan mampu menyimpan karbon hingga ribuan tahun melalui sedimen laut.

    • Rawa Pasang Surut (Tidal Marsh)

    Rawa pasang surut merupakan lahan basah yang dipengaruhi pasang surut air laut. Ekosistem ini berfungsi sebagai: penyimpan karbon alami, habitat berbagai jenis burung dan ikan, menyaring nutrien sebelum masuk ke laut, penahan banjir pesisir. Walaupun luasnya lebih kecil dibanding mangrove, rawa pasang surut memiliki kemampuan menyimpan karbon yang sangat tinggi.

    Negara Mana yang Memiliki Potensi Blue Carbon Terbesar?

    Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi Blue Carbon terbesar di dunia.

    Hal ini didukung oleh beberapa faktor, seperti memiliki padang lamun terluas di kawasan tropis, memiliki ribuan pulau dengan ekosistem pesisir yang sangat beragam, dan memiliki garis pantai lebih dari 95.000 kilometer.

    Berdasarkan Rencana Aksi Nasional Karbon Biru (RENAKSI), Indonesia memiliki sekitar 17% cadangan karbon biru dunia yang didukung oleh sekitar 3,45 juta hektare hutan mangrove dan 660 ribu hektare padang lamun.

    Besarnya potensi tersebut menjadikan Indonesia memiliki peran strategis dalam mitigasi perubahan iklim global melalui perlindungan dan restorasi ekosistem pesisir.

    Namun, potensi ini juga diiringi tantangan berupa alih fungsi lahan, pencemaran, serta kerusakan ekosistem akibat aktivitas manusia. Oleh karena itu, upaya konservasi menjadi sangat penting agar manfaat Blue Carbon tetap terjaga.

    Mengapa Blue Carbon Sangat Penting?

    Blue Carbon bukan hanya sekadar penyimpan karbon. Ekosistem ini memberikan berbagai manfaat bagi lingkungan maupun kehidupan manusia.

    Beberapa keunggulan Blue Carbon antara lain:

    • Menyerap Emisi Karbon

    Mangrove dan lamun mampu menyerap karbon dioksida dari atmosfer sehingga membantu mengurangi konsentrasi gas rumah kaca penyebab pemanasan global.

    • Menyimpan Karbon dalam Waktu Sangat Lama

    Karbon yang tersimpan di sedimen pesisir dapat bertahan selama ratusan hingga ribuan tahun apabila ekosistem tetap terjaga.

    • Melindungi Wilayah Pesisir

    Mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang mampu mengurangi abrasi, gelombang tinggi, hingga dampak badai.

    • Menjaga Keanekaragaman Hayati

    Ekosistem Blue Carbon menjadi habitat penting bagi berbagai spesies ikan, udang, kepiting, burung, penyu, hingga mamalia laut.

    • Mendukung Ekonomi Masyarakat

    Masyarakat pesisir memperoleh manfaat melalui perikanan, ekowisata, hingga peluang ekonomi dari program konservasi dan rehabilitasi ekosistem.

    Apa yang Dilakukan Blue Carbon?

    Blue Carbon bekerja secara alami melalui proses yang berlangsung terus-menerus di alam.

    Secara sederhana, prosesnya meliputi:

    1. Vegetasi pesisir menyerap karbon dioksida melalui fotosintesis.
    2. Karbon disimpan pada batang, daun, akar, dan jaringan tumbuhan.
    3. Saat daun atau akar membusuk, karbon tidak langsung lepas ke atmosfer.
    4. Karbon terkubur di lapisan sedimen bawah laut.
    5. Sedimen tersebut mampu mengunci karbon selama ratusan hingga ribuan tahun selama ekosistem tidak terganggu.

    Karena mekanisme inilah Blue Carbon dianggap sebagai salah satu solusi alami paling efektif untuk membantu mencapai target pengurangan emisi global.

    Bagaimana Cara Berpartisipasi dalam Pelestarian Blue Carbon?

    Menjaga Blue Carbon tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Individu, komunitas, maupun perusahaan juga dapat berkontribusi.

    Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

    • Mendukung program penanaman mangrove.
    • Tidak membuang sampah ke sungai dan laut.
    • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
    • Mendukung produk dan usaha yang menerapkan prinsip keberlanjutan.
    • Berpartisipasi dalam kegiatan konservasi pesisir.
    • Mendukung rehabilitasi padang lamun dan ekosistem pesisir lainnya.
    • Meningkatkan edukasi mengenai pentingnya Blue Carbon kepada masyarakat.

    Langkah-langkah sederhana tersebut dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.

    Blue Carbon adalah Investasi untuk Masa Depan

    Perubahan iklim merupakan tantangan global yang memerlukan kolaborasi semua pihak. Di tengah berbagai upaya mengurangi emisi karbon, Blue Carbon hadir sebagai solusi alami yang tidak hanya membantu menjaga keseimbangan iklim, tetapi juga melindungi pesisir, mendukung keanekaragaman hayati, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Sebagai negara dengan potensi Blue Carbon terbesar di dunia, Indonesia memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab besar untuk menjaga kekayaan ekosistem pesisirnya. Melindungi mangrove, padang lamun, dan rawa pasang surut berarti menjaga masa depan lingkungan dan generasi mendatang.

    Mari Ambil Bagian dalam Menjaga Blue Carbon

    Konservasi tidak selalu dimulai dari langkah besar. Mendukung rehabilitasi mangrove, mengurangi pencemaran pesisir, hingga meningkatkan kesadaran tentang pentingnya Blue Carbon merupakan kontribusi nyata bagi lingkungan.

    PT Unitest Presisi Indonesia berkomitmen mendukung praktik keberlanjutan dan pelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan konservasi serta pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Bersama, mari menjaga ekosistem pesisir sebagai salah satu aset terpenting dalam menghadapi perubahan iklim.

    Referensi

    1. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Special Report on the Ocean and Cryosphere in a Changing Climate.

    2. United Nations Environment Programme (UNEP). Blue Carbon Ecosystems.

    3. International Union for Conservation of Nature (IUCN). Blue Carbon Initiative.

    4. UNESCO-IOC. Blue Carbon and Coastal Ecosystems.

    5. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP). Informasi mengenai ekosistem karbon biru Indonesia.

    6. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Publikasi mengenai mangrove, lamun, dan Blue Carbon Indonesia.

    Kategori
    Accounting Full Time Jobs

    Procurement & Operations Officer

    PROCUREMENT & OPERATIONS OFFICER

    Kami membuka kesempatan untuk kamu yang ingin gabung menjadi Insan Unitest sebagai Procurement & Operations Officer

    Persyaratan

    1. Minimal S1 Manajemen, Administrasi Bisnis, Teknik Lingkungan, Logistik, Teknik Industri, Teknik Sipil, atau bidang lain yang relevan.
    2. Minimal 1 tahun di bidang pengadaan barang/jasa, operasional perusahaan, logistik, atau manajemen proyek. (Fresh Graduate dipersilakan)
    3. Memiliki pengalaman mengelola vendor, kontrak, dan koordinasi operasional menjadi nilai tambah.
    4. Memahami proses pengadaan barang dan jasa (Procurement Cycle).
    5. Mampu melakukan negosiasi dan evaluasi vendor.
    6. Memahami penyusunan Purchase Requisition (PR), Request for Quotation (RFQ), Purchase Order (PO), dan kontrak kerja.
    7. Mampu menyusun jadwal kerja dan memonitor progres operasional.
    8. Menguasai Microsoft Excel dan aplikasi ERP atau sistem pengadaan menjadi nilai tambah.
    9. Memiliki kemampuan komunikasi, koordinasi, analisis, problem solving, dan manajemen waktu yang baik.
    10. Memahami prinsip pengendalian biaya dan pengendalian mutu dalam pelaksanaan operasional.

    Subject                       : UM-F-Nama

    Email                          : recruitment@unitest.co.id

    Penempatan             : PT Unitest Presisi Indonesia, Yogyakarta

    Batas pendaftaran    : 7 Agustus 2026

    Kategori
    News Article

    Perbedaan Testing dan Inspeksi Lingkungan: Pengertian, Tujuan, Regulasi, dan Pentingnya bagi Perusahaan

    Dalam dunia industri, kepatuhan terhadap aspek lingkungan bukan lagi sekadar memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan. Berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, pertambangan, energi, hingga pengolahan limbah, dituntut untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas operasionalnya tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

    Salah satu upaya yang dilakukan untuk memastikan kepatuhan tersebut adalah melalui testing (pengujian lingkungan) dan inspeksi lingkungan. Kedua istilah ini sering dianggap sama karena sama-sama bertujuan mendukung pengelolaan lingkungan. Padahal, testing dan inspeksi memiliki fungsi, metode, serta hasil yang berbeda.

    Memahami perbedaan keduanya akan membantu perusahaan menentukan langkah yang tepat dalam memenuhi regulasi pemerintah sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan.

    Apa Itu Testing (Pengujian Lingkungan)?

    Testing atau pengujian lingkungan merupakan kegiatan pengambilan sampel dan analisis terhadap media lingkungan menggunakan metode ilmiah di laboratorium yang terakreditasi.

    Tujuan utama testing adalah memperoleh data kuantitatif mengenai kondisi lingkungan berdasarkan parameter tertentu sehingga dapat dibandingkan dengan baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah.

    Pengujian lingkungan biasanya dilakukan pada berbagai media, antara lain:

    • Air bersih
    • Air minum
    • Air limbah
    • Sludge/Limbah Padat
    • Udara ambien (Indoor dan Outdoor)
    • Udara Emisi Sumber Bergerak dan Tidak Bergerak
    • Lingkungan Kerja

    Hasil testing berupa angka atau nilai pengukuran yang menunjukkan apakah suatu parameter memenuhi atau melampaui baku mutu lingkungan.

    Sebagai contoh, perusahaan melakukan pengujian air limbah untuk mengetahui kadar pH, BOD, COD, TSS, amonia, minyak dan lemak, maupun parameter lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

    Apa Itu Inspeksi Lingkungan?

    Inspeksi lingkungan merupakan kegiatan pemeriksaan langsung di lapangan untuk menilai kondisi fasilitas, proses operasional, serta penerapan pengelolaan lingkungan pada suatu perusahaan.

    Berbeda dengan testing yang menghasilkan data laboratorium, inspeksi lebih berfokus pada observasi terhadap kepatuhan perusahaan terhadap standar operasional maupun regulasi lingkungan.

    Inspeksi dapat meliputi:

    • Pemeriksaan Konstruksi dan Bangunan
    • Pemeriksaan Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya
    • Audit sistem Manajemen Keselamatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)
    • Pemeriksaan Lift, Elevator, dan Eskalator
    • Pemeriksaan Instalasi Proteksi Kebakaran

    Melalui inspeksi, perusahaan dapat mengetahui potensi ketidaksesuaian sebelum menimbulkan pelanggaran maupun pencemaran lingkungan.

    Tabel Perbedaaan Testig dan Inspeksi Lingkungan

    AspekTesting (Pengujian Lingkungan)Inspeksi Lingkungan
    PengertianPengambilan sampel dan analisis laboratorium terhadap media lingkunganPemeriksaan kondisi lapangan, fasilitas, dan penerapan pengelolaan lingkungan
    TujuanMengetahui kualitas lingkungan berdasarkan parameter yang diukur.Menilai kepatuhan operasional dan kondisi fasilitas lingkungan.
    MetodeSampling, pengujian laboratorium, analisis dataObservasi lapangan, pemeriksaan visual, wawancara, pengecekan dokumen
    OutputHasil uji laboratorium, data numerik, laporan hasil pengujianLaporan inspeksi, temuan lapangan, rekomendasi perbaikan
    PelaksanaLaboratorium pengujian yang kompeten dan terakreditasiInspektor, auditor, atau tenaga ahli lingkungan yang kompeten
    ContohMenguji air bersih, air minum, air limbah, sludge/limbah padat, udara ambien (indoor dan outdoor), udara emisi sumber bergerak dan tidak bergerak, lingkungan kerjaPemeriksaan konstruksi dan bangunan, pemeriksaan lingkungan kerja dan bahan berbahaya, audit sistem SMK3, pemeriksaan lift, elevator, dan eskalator, pemeriksaan instalasi proteksi kebakaran

    Meskipun berbeda, testing dan inspeksi saling melengkapi. Inspeksi dapat mengidentifikasi potensi masalah di lapangan, sedangkan testing memberikan bukti ilmiah melalui hasil pengukuran laboratorium.

    Mengapa Perusahaan Harus Melakukan Testing dan Inspeksi Lingkungan?

    Pelaksanaan testing dan inspeksi lingkungan memberikan banyak manfaat, baik dari sisi kepatuhan maupun keberlanjutan bisnis.

    • Memenuhi Kewajiban Regulasi

    Banyak peraturan pemerintah mewajibkan perusahaan melakukan pemantauan kualitas lingkungan secara berkala sesuai jenis kegiatan usahanya.

    • Mengetahui Kepatuhan terhadap Baku Mutu

    Melalui pengujian lingkungan, perusahaan dapat memastikan bahwa air limbah, emisi udara, maupun parameter lingkungan lainnya masih berada di bawah batas baku mutu yang diperbolehkan.

    • Mencegah Risiko Pencemaran Lingkungan

    Inspeksi rutin membantu menemukan potensi kebocoran, kerusakan fasilitas, atau kondisi yang berisiko menyebabkan pencemaran sebelum menjadi masalah yang lebih besar.

    • Mengurangi Risiko Sanksi

    Ketidakpatuhan terhadap ketentuan lingkungan dapat berujung pada sanksi administratif, denda, penghentian kegiatan, hingga sanksi pidana sesuai peraturan yang berlaku.

    • Mendukung Program ESG dan Sustainability

    Perusahaan yang rutin melakukan testing dan inspeksi menunjukkan komitmen terhadap aspek lingkungan (Environmental), yang menjadi salah satu indikator penting dalam penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG).

    • Menjadi Dasar Pengambilan Keputusan

    Data hasil pengujian dan inspeksi dapat digunakan sebagai dasar evaluasi kinerja lingkungan serta penyusunan program perbaikan yang lebih efektif.

    Regulasi Pemerintah yang Mengatur Testing dan Inspeksi Lingkungan

    Pelaksanaan testing dan inspeksi lingkungan di Indonesia didukung oleh berbagai regulasi. Beberapa di antaranya adalah:

    1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023)

    Undang-undang ini menjadi dasar utama perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Di dalamnya diatur kewajiban setiap pelaku usaha untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan, memenuhi persyaratan perizinan lingkungan, serta melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai ketentuan.

    • Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

    PP ini merupakan aturan pelaksana yang mengatur lebih rinci mengenai persetujuan lingkungan, baku mutu lingkungan, pemantauan lingkungan, pengujian parameter lingkungan, hingga pengawasan oleh pemerintah.

    Dalam regulasi ini dijelaskan bahwa pelaku usaha wajib melakukan pemantauan lingkungan sesuai dokumen persetujuan lingkungannya serta memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan.

    • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3)

    Peraturan ini mengatur tata cara pengelolaan limbah B3, termasuk kewajiban penyimpanan, pengangkutan, pemanfaatan, hingga pelaporan yang memerlukan kegiatan inspeksi dan pemantauan secara berkala.

    • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penerbitan Persetujuan Teknis dan Surat Kelayakan Operasional Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan

    Regulasi ini mengatur persetujuan teknis untuk air limbah, emisi, dan kegiatan lainnya. Dalam implementasinya, perusahaan wajib melakukan pemantauan kualitas lingkungan melalui pengujian laboratorium secara berkala sesuai persetujuan teknis yang dimiliki.

    Testing dan Inspeksi: Dua Proses yang Tidak Bisa Dipisahkan

    Dalam praktiknya, testing dan inspeksi bukanlah dua kegiatan yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi.

    Sebagai contoh, ketika inspeksi menemukan adanya indikasi penurunan kinerja IPAL, perusahaan dapat melakukan testing terhadap air limbah untuk mengetahui parameter mana yang mengalami peningkatan konsentrasi pencemar.

    Sebaliknya, apabila hasil testing menunjukkan adanya parameter yang melebihi baku mutu, inspeksi dapat dilakukan untuk mencari penyebabnya, seperti kerusakan peralatan, kesalahan operasional, atau kapasitas pengolahan yang tidak memadai.

    Dengan mengombinasikan kedua kegiatan tersebut, perusahaan memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi lingkungan dan dapat mengambil langkah perbaikan secara tepat.

    Percayakan Testing dan Inspeksi Lingkungan kepada PT Unitest Presisi Indonesia

    Pelaksanaan testing dan inspeksi lingkungan membutuhkan tenaga ahli yang kompeten, metode yang sesuai standar, serta hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

    PT Unitest Presisi Indonesia hadir sebagai mitra terpercaya dalam layanan testing dan inspeksi lingkungan untuk berbagai sektor industri. Didukung oleh tenaga profesional dan penerapan metode sesuai standar yang berlaku, kami membantu perusahaan memperoleh data lingkungan yang akurat sekaligus mendukung pemenuhan regulasi pemerintah.

    Layanan kami meliputi pengujian kualitas air, air limbah, udara ambien, emisi, kebisingan, getaran, tanah, serta berbagai layanan inspeksi lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

    Hubungi PT Unitest Presisi Indonesia untuk mendapatkan solusi testing dan inspeksi lingkungan yang profesional, akurat, dan mendukung kepatuhan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup.

    Referensi

    1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

    2. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

    3. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penerbitan Persetujuan Teknis dan Surat Kelayakan Operasional Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan.

    4. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

    5. ISO/IEC 17025:2017 – General Requirements for the Competence of Testing and Calibration Laboratories.

    6. ISO 19011:2018 – Guidelines for Auditing Management Systems (sebagai acuan umum pelaksanaan inspeksi/audit yang sistematis).

    Kategori
    News Article

    Cara Memilih Laboratorium Lingkungan Terakreditasi KAN untuk Kepatuhan Industri

    Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan, setiap perusahaan dituntut untuk menjalankan kegiatan operasional yang bertanggung jawab. Salah satu langkah penting yang tidak boleh diabaikan adalah melakukan pengujian lingkungan secara berkala melalui laboratorium lingkungan yang kompeten dan terpercaya.

    Pengujian lingkungan bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi. Hasil pengujian yang akurat menjadi dasar bagi perusahaan untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan lingkungan, mengidentifikasi potensi pencemaran sejak dini, hingga mengambil keputusan yang tepat berdasarkan data yang valid.

    Mulai dari pengujian air limbah, kualitas air bersih, emisi udara, udara ambien, tanah, hingga tingkat kebisingan, seluruh parameter tersebut memerlukan analisis yang dilakukan sesuai standar. Oleh karena itu, memilih laboratorium lingkungan yang memiliki kompetensi dan akreditasi yang tepat menjadi investasi penting bagi keberlangsungan operasional perusahaan.

    Mengenal Laboratorium Lingkungan

    Laboratorium lingkungan adalah laboratorium yang melakukan pengujian, analisis, dan pengukuran terhadap berbagai parameter lingkungan menggunakan metode ilmiah yang telah terstandarisasi. Tujuan utama pengujian ini adalah mengetahui kondisi lingkungan, mendeteksi potensi pencemaran, serta memastikan bahwa kualitas lingkungan telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah.

    Bagi dunia industri, laboratorium lingkungan berperan sebagai mitra dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang efektif. Data hasil pengujian dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan laporan lingkungan, evaluasi kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pemantauan emisi, hingga penyusunan strategi peningkatan kinerja lingkungan perusahaan.

    Mengapa Laboratorium Lingkungan Penting?

    Keberadaan laboratorium lingkungan memberikan manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar menghasilkan data pengujian. Berikut beberapa peran pentingnya.

    1. Memastikan Kepatuhan terhadap Regulasi

    Berbagai kegiatan usaha diwajibkan memenuhi baku mutu lingkungan sesuai peraturan yang berlaku. Melalui pengujian secara berkala, perusahaan dapat mengetahui apakah kualitas air limbah, emisi udara, maupun parameter lingkungan lainnya telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Hasil pengujian juga menjadi dokumen penting dalam proses pelaporan kepada instansi terkait.

    2. Mendeteksi Potensi Pencemaran Lebih Awal

    Pengujian yang dilakukan secara rutin membantu perusahaan mengidentifikasi perubahan kualitas lingkungan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Sebagai contoh, peningkatan kadar logam berat atau parameter pencemar lainnya dapat diketahui lebih cepat sehingga tindakan perbaikan dapat segera dilakukan.

    3. Mendukung Pengambilan Keputusan Berbasis Data

    Setiap keputusan akan lebih tepat apabila didasarkan pada data yang akurat. Hasil analisis laboratorium dapat menjadi dasar dalam mengevaluasi efektivitas pengolahan limbah, meningkatkan proses produksi, hingga merencanakan investasi pada teknologi pengendalian pencemaran.

    4. Melindungi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

    Pengujian lingkungan membantu memastikan bahwa limbah yang dilepas ke lingkungan tidak memberikan dampak negatif terhadap ekosistem maupun kesehatan masyarakat di sekitar area operasional.

    5. Mendukung Target Sustainability dan ESG

    Saat ini banyak perusahaan menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainability) dan Environmental, Social, and Governance (ESG). Data hasil pengujian lingkungan menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur efektivitas program tersebut sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

    Fungsi Laboratorium Lingkungan

    Sebagai pusat analisis lingkungan, laboratorium memiliki berbagai layanan pengujian yang mendukung kebutuhan industri, di antaranya:

    • Pengujian air limbah untuk parameter seperti pH, BOD, COD, TSS, minyak dan lemak, amonia, logam berat, serta parameter lain sesuai karakteristik industri.
    • Pengujian kualitas air bersih dan air minum guna memastikan kesesuaiannya dengan standar kesehatan.
    • Pengujian emisi cerobong untuk mengetahui konsentrasi partikulat, SO₂, NOₓ, CO, dan parameter lainnya.
    • Pengukuran kualitas udara ambien di sekitar area operasional perusahaan.
    • Pengujian tanah untuk mendeteksi adanya kontaminasi logam berat maupun bahan kimia.
    • Pengukuran tingkat kebisingan sebagai bagian dari pemantauan lingkungan kerja maupun lingkungan sekitar.
    • Pengujian parameter lingkungan lainnya seperti getaran, pencahayaan, air permukaan, sedimen, dan parameter lain sesuai kebutuhan.

    Bagaimana Cara Memilih Laboratorium Lingkungan untuk Industri?

    Tidak semua laboratorium memiliki kompetensi yang sama. Agar hasil pengujian benar-benar dapat dipertanggungjawabkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    1. Pastikan Memilih Akreditasi KAN

    Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah apakah laboratorium telah memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Akreditasi menunjukkan bahwa kompetensi laboratorium telah dievaluasi secara independen sesuai standar internasional.

    2. Periksa Ruang Lingkup Akreditasinya

    Pastikan parameter yang dibutuhkan perusahaan, seperti pengujian air limbah, emisi, atau kualitas udara, termasuk dalam ruang lingkup akreditasi laboratorium tersebut.

    3. Menggunakan Metode Pengujian Terstandarisasi

    Laboratorium yang baik menggunakan metode pengujian yang diakui secara nasional maupun internasional, seperti SNI, APHA, ASTM, EPA, atau ISO sehingga hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan.

    4. Didukung Peralatan yang Terkalibrasi

    Keakuratan hasil pengujian sangat dipengaruhi oleh kondisi peralatan. Oleh karena itu, seluruh instrumen pengujian harus dikalibrasi secara berkala.

    5. Memiliki Personel yang Kompeten

    Tenaga analis yang berpengalaman dan kompeten berperan penting dalam menghasilkan data yang valid dan konsisten.

    6. Memberikan Layanan yang Responsif

    Selain kualitas hasil uji, pilihlah laboratorium yang mampu memberikan pelayanan profesional, mulai dari konsultasi, proses pengambilan sampel, hingga penyampaian laporan hasil uji yang jelas dan mudah dipahami.

    Mengapa Memilih Laboratorium Lingkungan Terakreditasi KAN?

    Masih banyak perusahaan yang memilih laboratorium hanya berdasarkan harga. Padahal, kualitas hasil pengujian merupakan faktor yang jauh lebih penting karena akan menjadi dasar berbagai keputusan penting perusahaan.

    Dengan menggunakan laboratorium yang telah terakreditasi KAN, perusahaan memperoleh berbagai keuntungan, antara lain:

    • Hasil pengujian memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi.
    • Kompetensi laboratorium telah dievaluasi oleh lembaga independen.
    • Metode pengujian dan peralatan memenuhi standar yang berlaku.
    • Sistem manajemen mutu diterapkan secara konsisten.
    • Hasil pengujian lebih mudah diterima dalam proses audit maupun oleh regulator.
    • Mengurangi risiko pengujian ulang dan kesalahan pengambilan keputusan.

    ISO/IEC 17025: Standar Kompetensi Laboratorium Pengujian

    Salah satu standar internasional yang menjadi acuan kompetensi laboratorium pengujian adalah ISO/IEC 17025. Standar ini mengatur persyaratan kompetensi teknis sekaligus sistem manajemen mutu laboratorium.

    Bagi perusahaan, penerapan standar ini memberikan keyakinan bahwa hasil pengujian yang diterima memiliki tingkat akurasi, konsistensi, dan ketertelusuran yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini sangat penting karena data hasil uji sering digunakan sebagai dasar pelaporan kepada regulator, evaluasi pengelolaan lingkungan, hingga pengambilan keputusan operasional.

    Manfaat Memilih Laboratorium Lingkungan Terakreditasi

    Memilih laboratorium yang kompeten memberikan manfaat nyata bagi perusahaan, di antaranya:

    • Data pengujian yang lebih akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.
    • Mengurangi risiko ketidaksesuaian terhadap regulasi lingkungan.
    • Mendukung proses audit dan sertifikasi berbagai sistem manajemen.
    • Meningkatkan kepercayaan regulator, pelanggan, investor, dan masyarakat.
    • Lebih efisien dalam jangka panjang karena meminimalkan risiko pengujian ulang maupun kesalahan keputusan.

    Kesimpulan

    Laboratorium lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam membantu perusahaan menjaga kualitas lingkungan sekaligus memenuhi berbagai ketentuan yang berlaku. Namun, memilih laboratorium tidak seharusnya hanya didasarkan pada pertimbangan biaya. Kompetensi laboratorium, ruang lingkup akreditasi, metode pengujian, hingga kualitas layanan perlu menjadi pertimbangan utama agar hasil pengujian benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Sebagai laboratorium lingkungan yang telah terakreditasi KAN sesuai ruang lingkup yang berlaku, PT Unitest Presisi Indonesia berkomitmen memberikan layanan pengujian lingkungan yang akurat, terpercaya, dan sesuai standar. Didukung tenaga ahli yang kompeten, metode pengujian terstandarisasi, serta peralatan yang terkalibrasi, Unitest siap membantu perusahaan memenuhi kebutuhan pengujian lingkungan sekaligus mendukung kepatuhan terhadap regulasi dan penerapan prinsip keberlanjutan. Ingin memastikan hasil pengujian lingkungan perusahaan Anda akurat dan sesuai regulasi? Hubungi tim PT Unitest Presisi Indonesia untuk mendapatkan konsultasi mengenai layanan pengujian lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan industri Anda.

    Referensi

    Komite Akreditasi Nasional (KAN) – SNI ISO/IEC 17025:2017⁠

    International Organization for Standardization (ISO) – ISO/IEC 17025:2017⁠

    Badan Standardisasi Nasional (BSN)⁠ Berbagai Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk metode pengujian lingkungan.          

    Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH)⁠

    Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 06 Tahun 2009 tentang Laboratorium Lingkungan⁠

    Kategori
    News Article

    Repair atau Replace? Keputusan Kecil yang Berdampak Besar pada Lingkungan

    Ketika sebuah peralatan mengalami kerusakan, keputusan yang paling sering diambil adalah langsung menggantinya dengan yang baru. Alasannya beragam, mulai dari dianggap lebih praktis hingga kekhawatiran bahwa biaya perbaikan justru lebih mahal. Namun, apakah keputusan tersebut selalu menjadi pilihan yang tepat?

    Di tengah meningkatnya perhatian terhadap prinsip sustainability, semakin banyak individu, komunitas, dan organisasi yang menyadari pentingnya mengambil keputusan yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan. Setiap tindakan, sekecil apa pun, dapat berkontribusi dalam mengurangi penggunaan sumber daya alam dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan.

    Salah satu konsep yang kini semakin banyak diterapkan adalah Repair is the New Replace, yaitu mengutamakan perbaikan dan pemeliharaan sebelum memutuskan untuk membeli produk baru. Pendekatan ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga membantu mengurangi limbah dan penggunaan sumber daya alam.

    Apa Itu Konsep “Repair is The New Replace“?

    Repair is the New Replace merupakan prinsip dalam ekonomi sirkular (circular economy) yang mendorong penggunaan suatu barang selama mungkin melalui perawatan, pemeliharaan, dan perbaikan.

    Berbeda dengan pola konsumsi linier yang identik dengan ambil-pakai–buang, konsep ini mengajak individu, komunitas, maupun organisasi untuk memperpanjang umur pakai suatu produk sehingga kebutuhan akan produksi barang baru dapat ditekan.

    Pendekatan ini semakin relevan karena setiap produk baru membutuhkan bahan baku, energi, proses manufaktur, serta distribusi yang semuanya menghasilkan emisi karbon dan konsumsi sumber daya alam.

    Mengapa Repair Lebih Berkelanjutan?

    1. Mengurangi Limbah

    Mengganti barang yang sebenarnya masih dapat diperbaiki akan meningkatkan jumlah limbah, terutama limbah elektronik (e-waste) yang menjadi salah satu jenis limbah dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

    Dengan memperbaiki peralatan, jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan maupun proses daur ulang dapat dikurangi secara signifikan.

    2. Menghemat Penggunaan Sumber Daya Alam

    Setiap produk baru memerlukan bahan baku seperti logam, plastik, kaca, hingga energi dalam proses produksinya.

    Memperpanjang masa pakai suatu produk berarti turut mengurangi kebutuhan eksploitasi sumber daya alam yang semakin terbatas.

    3. Menekan Emisi Karbon

    Sebagian besar jejak karbon suatu produk justru berasal dari proses produksi dan distribusi.

    Ketika individu, komunitas, dan organisasi memilih memperbaiki alat yang masih layak digunakan, emisi yang dihasilkan dari proses pembuatan produk baru dapat dihindari.

    4. Menghemat Biaya Operasional

    Selain berdampak positif bagi lingkungan, repair sering kali lebih ekonomis dibandingkan membeli unit baru, terutama apabila kerusakan masih tergolong ringan hingga sedang.

    Biaya investasi perusahaan pun dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih strategis.

    5. Mengurangi Konsumsi Energi

    Produksi barang baru membutuhkan energi dalam jumlah besar mulai dari ekstraksi bahan baku, proses manufaktur, hingga distribusi. Dengan memperpanjang masa pakai produk melalui perbaikan, kebutuhan energi tersebut dapat ditekan.

    Kapan Harus Repair dan Kapan Harus Replace?

    Sebelum memutuskan untuk memperbaiki atau mengganti suatu barang, lakukan evaluasi secara menyeluruh. Pertimbangkan tidak hanya biaya yang harus dikeluarkan, tetapi juga kondisi barang, tingkat keamanan, efisiensi energi, sisa umur pakai, serta dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan dari setiap pilihan.

    Sebaiknya memilih Repair jika:

    • Kerusakan masih dapat diperbaiki.
    • Biaya perbaikan jauh lebih rendah dibanding pembelian baru.
    • Suku cadang masih tersedia.
    • Performa masih memenuhi standar operasional.
    • Keamanan penggunaan tetap terjamin.

    Sebaiknya memilih Replace jika:

    • Biaya perbaikan mendekati atau melebihi harga unit baru.
    • Alat sudah tidak memenuhi standar keselamatan.
    • Efisiensi energi menurun drastis.
    • Teknologi sudah usang dan tidak lagi mendukung kebutuhan operasional.
    • Perbaikan dilakukan berulang kali tanpa hasil yang optimal.

    Contoh Penerapan di Lingkungan Kerja

    Sebuah perusahaan memiliki barang yang mengalami penurunan fungsi. Alih-alih membeli alat baru, coba pertimbangkan apakah masih bisa diperbaiki.

    Contohnya:

    • Servis komputer atau printer sebelum mengganti unit
    • Lakukan preventive maintenance pada mesin
    • Ganti komponen yang rusak, bukan seluruh alat
    • Perbaiki furniture kantor yang masih layak digunakan

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa perawatan yang tepat dapat menjadi bagian dari strategi sustainability perusahaan.

    Contoh Penerapan di Kehidupan Sehari-hari

    Konsep Repair is the New Replace juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Misalnya, ketika mesin cuci mulai mengeluarkan suara yang tidak normal, banyak orang langsung mempertimbangkan membeli mesin baru. Padahal, setelah diperiksa oleh teknisi, ternyata penyebabnya hanya sabuk penggerak (belt) yang aus dan perlu diganti.

    Dengan biaya perbaikan yang jauh lebih rendah dibanding membeli mesin baru, peralatan dapat kembali berfungsi dengan baik sekaligus mengurangi limbah elektronik.

    Contoh lainnya meliputi:

    • Memperbaiki bagian kursi yang rusak daripada membeli baru,
    • Menjahit pakaian yang sobek atau lepas kancingnya agar tetap layak digunakan,
    • Mengganti baterai atau layar ponsel yang rusak dibanding membeli perangkat baru jika komponen lainnya masih berfungsi.

    Tips Menerapkan Prinsip Repair Before Replace

    Sebelum memutuskan membeli barang baru, biasakan mempertimbangkan apakah barang yang dimiliki masih bisa diperbaiki. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

    1. Lakukan perawatan secara rutin agar barang tetap awet dan tidak cepat rusak.
    2. Periksa kondisi barang secara berkala sehingga kerusakan kecil dapat diketahui lebih awal sebelum menjadi lebih parah.
    3. Simpan riwayat perbaikan atau servis untuk barang-barang bernilai tinggi, seperti kendaraan, laptop, atau peralatan elektronik.
    4. Bandingkan biaya perbaikan dengan biaya penggantian sebelum memutuskan membeli yang baru. Jika masih layak dan lebih hemat, perbaikan bisa menjadi pilihan terbaik.
    5. Gunakan jasa servis atau teknisi yang terpercaya untuk memastikan barang diperbaiki dengan aman dan sesuai standar.
    6. Rawat barang sesuai petunjuk penggunaan agar umur pakainya lebih panjang dan risiko kerusakan dapat diminimalkan.
    7. Manfaatkan suku cadang atau komponen pengganti jika hanya sebagian kecil yang rusak, sehingga tidak perlu mengganti seluruh produk.
    8. Jadikan repair sebagai pilihan pertama, bukan pilihan terakhir. Dengan memperbaiki barang yang masih layak pakai, kita dapat menghemat biaya sekaligus mengurangi limbah dan konsumsi sumber daya.

    Kesimpulan

    Memilih antara repair atau replace bukan hanya persoalan biaya, tetapi juga bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan. Dengan mengutamakan perbaikan pada peralatan yang masih layak digunakan dapat memperpanjang umur aset, mengurangi limbah, menghemat sumber daya, serta menekan emisi karbon.

    Meski demikian, keputusan tetap harus mempertimbangkan aspek keselamatan, efisiensi, dan biaya jangka panjang. Ketika peralatan sudah tidak lagi memenuhi standar, penggantian tetap menjadi pilihan yang tepat.

    Mewujudkan keberlanjutan dapat dimulai dari keputusan sederhana. Sebelum memutuskan untuk mengganti peralatan, pastikan kondisinya telah dievaluasi secara menyeluruh.

    Referensi

    International Organization for Standardization. (2024). ISO 59004: Circular Economy – Vocabulary, Principles and Guidance for Implementation.

    Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Dokumen dan kebijakan Ekonomi Sirkular serta Pengelolaan Sampah.

    United Nations Environment Programme. (2024). Global E-waste Monitor 2024.

    United States Environmental Protection Agency. Reduce, Reuse, Repair and Sustainable Materials Management.